Selamat Datang di Blog ini, sebagai sarana silaturahmi, berbagi informasi dan Ilmu

Selasa, 06 Januari 2009

FPI Jateng Klaim Akan Berangkatkan 1.000 Orang ke Palestina

0 komentar


YOGYAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) DIY-Jateng mengklaim siap memberangkatkan 1.000 relawan ke Palestina untuk membantu warga Palestina berperang melawan Israel.

Menurut Ketua Umum FPI wilayah DIY-Jateng Bambang Tedy, 1.000 anggota laskar FPI ini berasal dari beberapa kota seperti Cilacap, Gombong, Pekalongan, Sragen dan Yogyakarta.

Kebanyakan mereka berasal dari Cilacap, Gombong, Sragen, Pekalongan dan Jogja sendiri, ujar Bambang di Yogyakarta, Rabu (7/1/2009).


Menurut Bambang, selain menyiapkan para relawan tersebut FPI DIY-Jateng juga telah berhasil menghimpun dana mencapai 1 milyar. Dana itu kata Bambang dikumpulkan dari iuran sukarela para anggota FPI yang setiap minggunya selalu menggelar pengajian.

Kita juga sudah ada dana sekira Rp1 miliar yang berasal dari iuran para anggota yang nanti sumbangkan ke rakyat Palestina. Di Yogya juga ada pengajian tiap pekan dan kita biasa iuran sukarela," terangnya.

Menurut Bambang, untuk bisa mendaftar sebagai mujahid dan relawan ke Palestina tidak diperlukan syarat yang sulit. Dia mencontohkan antara lain selain siap fisik dan mental juga harus memiliki izin dari pihak keluarga.

Sementara untuk latihan perang sebelum jadi diberangkatkan ke Palestina nantinya akan dikoordinir oleh FPI pusat termasuk akses masuk ke Gaza.

"Meski nanti kita dilarang kita tetap akan berjuang dan bersikeras bisa membantu saudara kita di Palestina," tutur Bambang. (Satria Nugraha/Trijaya/fit)

SYEKH AL AZHAR DAN MUFTI MESIR: HUKUMNYA FARDHU 'AIN BANTU PALESTINA

0 komentar


kispa.org - Grand Syeikh Al-Azhar, Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi menyerukan negara-negara Islam untuk "mengerahkan segenap kemampuan mereka" untuk membantu Gaza yang tengah digempur secara brutal oleh Israel.

Syeikh Thanthawi juga mengatakan dirinya dan seluruh elemen Lembaga Islam Al-Azhar mengecam aksi penyerangan Israel atas wilayah pesisir tersebut. "Al-Azhar dengan semua lembaga, ulama, dan elemen lainnya mengutuk aksi Israel," ungkapnya sebagaimana dikutip situs an-Nasij al-Islami (28/12).


Sementara itu, Mufti Mesir Dr. Ali Jum’ah mengeluarkan kecaman serupa kepada Israel. Jum'ah mengutuk pembantaian yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza dan menyatakannya sebagai "tindakan biadab."

"Tindak kriminal yang dilakukan Israel atas warga Gaza merupakan pelanggaran yang paling keji terhadap kemanusiaan. Israel harus menghentikan segala aksi biadabnya terhadap warga Palestina, anak-anaknya, perempuan, dan orang tua," ungkapnya harian independen Misr al-Yaum (28/18).

Jum’ah menambahkan, "Seluruh dunia pernah mengecam Nazi karena tindakan kejinya membantai Yahudi. Kini pembantaian keji itu terulang di Palestina yang ditentang oleh seluruh agama, Islam, Kristen, Yahudi, seluruh agama timur, dan ditentang oleh seluruh bani Adam yang berakal."

Syeikh al-Azhar dan Mufti Mesir juga sama-sama menyerukan kepada seluruh organisasi internasional agar serius dalam menjalankan seluruh keputusannya terkait penghentian penjajahan yang dilakukan Israel, serta melaksanakan seluruh isi deklarasi HAM yang menentang pembantaian dan kekejian."

Keduanya juga menyeru seluruh umat Islam dunia untuk bersatu menghadapi Israel dan membantu Palestina.

"Ini adalah fardhu ‘ain bagi setiap umat Islam, baik pemimpin maupun rakyat biasa. Tidak hanya diam di hadapan bala dan musibah besar ini."

Di sisi yang lain, pemimpin Umum Majma' Al-Buhust Al-Islami Mesir, Syekh Ali Abdul Baqi hampir tidak percaya terhadap kondisi buruk yang menimpa Gaza dengan mengatakan, "Di mana Arab? Di mana mata hati dunia di hadapan pembantaian massal seperti ini?"

Sementara itu, Mufti wilayah Sidon (Shayda), Lebanon, Syeikh Salim Susan as-Shaydawi, menyerukan masyakarat Lebanon untuk menginfakkan sebagian harta mereka sebagai bantuan yang akan diberikan kepada rakyat Gaza. (nsj/msy/sin/atj/hidayatullah/fn)